14 September 2021 - How-to

Apa Itu Helium Escape Valve dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Helium Escape Valve dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Helium Escape Valve — Manusia telah lama terpesona dengan kedalaman lautan dan berusaha untuk pergi lebih dalam, semakin jauh, dengan mendorong batas-batas tubuh manusia, teknologi, dan memajukan ilmu pengetahuan modern. Tapi seperti semua hal, kita sebagai manusia selalu dihadapkan pada keterbatasan.

Penyelam laut profesional biasa menghadapi batasan ini saat berada di bawah air untuk waktu yang lama. Para penyelam ini mendapatkan tekanan yang luar biasa ketika masuk ke bagian laut yang dalam, lalu waktu yang dibutuhkan untuk naik ke permukaan juga bisa sampai berjam-jam,.

Pada tahun 1957 Dr. George F. Bond, seorang dokter Angkatan Laut Amerika Serikat, memulai Proyek Genesis, sebuah eksperimen medis untuk mempelajari efek dari memaparkan hewan ke berbagai macam gas pada kedalaman bawah laut yang berbeda untuk mengamati efeknya pada tubuh mereka.

Pada tahun 1962 percobaan dengan manusia dimulai pada campuran 21,6 persen oksigen, 4 persen nitrogen dan 74,4 persen helium. Uji coba ini menghadirkan sebuah informasi baru; para penyelam dapat hidup dan bekerja selama 30 hari di kedalaman 600 kaki.

Eksperimen membuktikan bahwa tubuh mencapai titik jenuh dan tidak ada lagi waktu untuk dekompresi setelah kedalaman tersebut tercapai, terlepas dari waktu yang dihabiskan di bawah air. Sepanjang proyek, campuran gas yang berbeda pada kedalaman yang berbeda digunakan dan diamati bahwa jika sebagian besar gas pernapasan adalah helium, semua subjek bertahan pada kedalaman yang berbeda untuk jangka waktu yang berbeda.

Eksperimen ini juga mengubah lanskap horologi selamanya, menghasilkan salah satu fitur jam tangan selam yang paling membingungkan dan dapat dikenali saat ini: helium escape valve. Fitur ini ditemukan setelah dilakukan sebua percobaan pada jam tangan di dalam air.

Selama berada di bawah air, tercatat bahwa dari waktu ke waktu, kristal dari salah satu jam tangan penyelam akan meledak dengan dentuman keras. Ini dikaitkan dengan penumpukan helium dalam case, yang masuk melalui difusi dengan menembus gasket karet.

Saat penyelam naik ke daratan, tekanan gas di luar jam tangan berkurang, dengan tekanan di dalam tetap lebih tinggi. Begitu perbedaannya terlalu besar, penumpukan tekanan menyebabkan kristal terlepas dari jam tangan.

Helium Escape Valve

Rolex memutuskan untuk mengatasi masalah secara langsung dan memperkenalkan apa yang disebut helium escape valve yaitu sebuah katup pelepas tekanan satu arah yang memungkinkan helium keluar dari case setelah perbedaan tekanan mencapai jumlah tertentu.

Baca juga: Ragam Fungsi Fitur pada Dive Watch

Fitur ini hadir pada Rolex Sea-Dweller yang sekarang dicintai banyak orang. Pada misi Sealab III, Rolex Sea-Dweller yang dilengkapi dengan helium escape valve diberikan kepada tim penyelaman, sehingga memecahkan masalah helium yang masuk ke case dan membuat jam tangan meledak.

Sejarah fitur ini jelas merupakan salah satu yang menarik, dengan umat manusia sekali lagi membuktikan, mereka tidak akan berhenti untuk menaklukkan sesuatu yang tidak mereka diketahui. Dan, seperti biasa, industri jam tangan berada di garis depan dalam membantu mendorong batasan tersebut.

Rata-rata konsumen tidak membutuhkan jam tangan yang dapat mencapai kedalaman 3.900 meter dan juga fitur helium escape valve ini. Namun, dengan memiliki fitur tersebut pada jam tangan Anda, pastinya akan sangat membanggakan memiliki sebuah fitur canggih yang diciptakan dengan usaha dan waktu penelitian yang lama.

Apakah Anda tertarik memiliki jam tangan dengan fitur helium escape valve? Jika iya, kunjungi butik INTime terdekat untuk mendapatkannya!


Hubungi Kami